Seputar Peradilan

 

Pengadilan Tinggi Agama Nusa Tenggara Barat dalam rangka menghadapi tantangan tugas di tahun 2019 dan penyamaan langkah serta persepsi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas dan fungsi di wilayahnya baik di bidang TehnisYustisial, Administrasi Perkaradan Administrasi Kesekretariatan, melakukan kegiatan Rapat Kerja Daerah bersama Pengadilan Agama seWilayah Pengadilan Tinggi Agama Nusa Tenggara Barat dari tanggal 10 s.d. 12April 2019 di Hotel Jayakarta, Senggigi Lombok Barat.Pelaksanaan rapat kerja daerah ini berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Nusa Tenggara Barat Nomor W22-A/445a/PP.01.3/SK/III/2019 tanggal 15 Maret 2019 tentang Penunjukan Panitia, Peserta dan Narasumber Kegiatan Rapat Kerja Daerah Pengadilan Tinggi Agama Nusa Tenggara Baratdan Pengadilan Agama seWilayah Pengadilan Tinggi Agama Nusa Tenggara Barat Tahun 2019.

Rapat Kerja Daerah dihadiri oleh 86 orang yang terdiri dari seluruh unsur pimpinan (Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris), Hakim Tinggi dan pejabat eselon III dan IV pada Pengadilan Tinggi Agama Nusa Tenggara Barat dan unsur pimpinan (Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris) pada Pengadilan Agama seWilayah Pengadilan Tinggi Agama Nusa Tenggara Barat.

 

Kegiatan Rapat Kerja Daerah ini dibuka langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Nusa Tenggara Barat Dr. Drs. H. Ahmad Fadlil Sumadi, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, KPTA NTB menyampaikan beberapa point penting terkait tantangan Peradilan Agama dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang mengikuti Era Modern berbasis Teknologi Informasi. Lebih lanjut beliau dalam sambutannya menjelaskan tahapan perkembangan Revolusi Industri 1.0 sampai dengan Revolusi Industri 4.0. yang menjadikan pesatnya dinamika dan perkembangan masyarakat modern yang dilayani peradilan agama terutama pelayanan terkait pemanfaatan ICT (Information, Comunication and Technology).

 

Ketua PTA NTB mengingatkan bahwa aparat Peradilan Agama harus merubah mindset/paradigm dan culture set (budayakerja), agar segera mempelajari dan menguasai ICT serta dapat menerapkannya dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dikarenakan Mahkamah Agung sudah menerapkan dan memanfaatkan ICT di dalam pelaksanaan tupoksinya, diantaranya implementasi SIPP, E-Court (Electronic Court), SIWAS, Komdanas, One Day Publish, One Day Minute, One Day Service, DirektoriPutusan, e-learning, e-Exam dan program lain-lainnya yang berbasis ICT.

Di akhir sambutannya, KetuaPTA NTB menegaskan, selepas Rapat Kerja Daerah ini, seluruh PA di wilayah PTA Nusa Tenggara Barat harus satu langkah, satu persepsi dan memiliki semangat/motivasi yang sama dalam pelaksanaan tupoksi serta mengimplementasikan seluruh program-program Mahkamah Agung RI dan Ditjen Badilag.

Pembukaan acara Rapat Kerja Daerah ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua PTA NTB. Semoga kegiatan Rapat Kerja Daerah ini dapat menjadikan Peradilan Agama diwilayah PTA NTB, menjadi lembaga yang profesional, akuntabel, efektif dan efisien serta menjadi lembaga yang memiliki pelayanan yang berkualitas dan prima berbasis teknologi informasi.